Cerita Dewasa Hujan Manis

Cerita Dewasa Hujan Manisby Superadminon.Cerita Dewasa Hujan ManisSebenarnya saya sungkan sekali menceritakan pengalaman saya yang pertama. Saya berani sumpah, saya belum pernah cerita pengalaman saya ini ke siapa pun. K, ceritanya begini, saya ini anak sulung dari keluarga yang lumayan kaya di Surabaya. Saya masih SMU kelas 2, tapi saya sudah sangat mandiri. Bapak saya jarang sekali ada di rumah. Beliau selalu […]
cerita dewasa

cerita dewasa

Sebenarnya saya sungkan
sekali menceritakan pengalaman
saya yang pertama. Saya
berani sumpah, saya belum
pernah cerita pengalaman saya
ini ke siapa pun.
K, ceritanya begini, saya ini
anak sulung dari keluarga yang
lumayan kaya di Surabaya. Saya
masih SMU kelas 2, tapi saya
sudah sangat mandiri. Bapak
saya jarang sekali ada di rumah.
Beliau selalu sibuk dengan
urusan bisnisnya. Sementara
adik dan “bu saya ada di
Jakarta. Jadi saya lebih sering
sendirian di rumah. Ya nggak
sendirian betul, ada dua
pembantu perempuan, satu
pembantu laki-laki, satu sopir,
sama satu satpam. Saya punya
teman dekat yang jugafoto bokep toket gede
sekaligus saudara sepupu saya.
Dia cantik sekali. Sebut saja
namanya Rita. Rambutnya hitam
lebat dan panjangnya kira-kira
sebahu. Tubuhnya tidak terlalu
tinggi, 160 cm. Berat badannya
50 kg. Bodynya ideal sekali.
Dadanya cukup besar untuk
ukuran anak SMU kelas 2. Terus
kulitnya putih mulus dan
menggairahkan. Sebenarnya
saya juga naksir berat sama
sepupu saya ini. Cuman saya
malu kalau pacaran sama Rita,
saya kan saudaranya, saya
juga sudah punya pacar.
Bagi orang lain, hubungan kita
ini memang sangat asyik. Bapak
dan “bunya memang terkenal
sangat over protecting
terhadap Rita. Rita tidak boleh
berhubungan macam-macam
dengan laki-laki. Nggak heran
kalau sampai sekarang Rita
belum pernah pacaran serius
dengan seorang pun. Tapi saya
sudah kenal sekali sama bapak
dan ibunya. Mereka sudah
percaya seratus persen sama
saya, maklum saya
keponakannya. Rita sendiri juga
begitu. Dia pasti butuh cowok
untuk perlindungan, cerita,
berbagai kesenangan dan
kesusahan. Dan dia
melampiaskan hal itu sama saya.
Dia sering minta diantarkan
kemana-mana, beli inilah, beli
itulah. Singkat kata, hubungan
kita memang seperti pacaran.
Seperti biasa, setiap hari Rabu
dan Sabtu saya harus jemput
Rita di tempat kursus
“nggrisnya. Kebetulan hari itu
hari Sabtu, Waktu itu gelap
sekali, mendung dilangit seperti
mau jatuh saja. Jam 1/2 enam
sore, akhirnya Rita keluar
bareng Vina, teman baiknya.
Saya diminta Rita
mengantarkan Vina dulu
sebelum mengantarkan dia.
Kebetulan waktu itu saya lagi
nggak ada kerjaan. Jadi K lah
Rumah Vina ada di wilayah Delta
Sari Baru, kompleks perumahan
yang cukup elit di Surabaya.
Rumahnya besar juga. Kita
bertiga masuk ke rumah,
ngobrol-ngobrol, bercanda.
Kira-kira jam 1/2 delapan
malam, bapak dan ibu Vina
keluar, ada keperluan katanya.
Mereka sudah kenal baik
dengan Rita dan saya, jadi
nggak ada pikiran aneh-aneh
deh. “Reno (bukan nama
sebenarnya), jagain Vina ya!”
kata bapaknya. Saya sih K- K
saja, Vina kan juga cukup
lumayanlah. High Average!
Setengah jam kemudian, Rudi,
pacar Vina datang. Suasana jadi
tambah ramai dan
mengasyikkan. Rita sih sudah
kepingin pulang, tapi Vinanya
mohon sama Rita biar nggak
cepat pulang. “Sudah Rit,
telepon saja, bilang nginep di
rumah gue”, bujuk Vina. Sampai
agak lama dibujuk, akhirnya
Rita setuju untuk menginap di
rumah Vina. “bunya Rita juga
sudah ditelepon, dan sudah
mengijinkan Rita tidur di rumah
Vina.
Jam sembilan malam, Rita minta
sama saya untuk diantarkan
jalan-jalan. Alasannya sih
rasional, nggak enak sama Rudi
dan Vina, saya setuju. Tidak
lama kemudian kita berdua
sudah melaju dengan mobil
Panther saya. Saya ingat betul,
waktu itu gerimis rintik-rintik
mulai turun, tidak lama
kemudian hujan pun turun. Kita
putar-putar di daerah Deltasari
yang sepi. Sepanjang perjalanan
kita membicarakan yang nggak-
nggak tentang Rudi dan Vina.
“Mereka pasti sudah mulai
macem-macem”, kata Rita.
Sebenarnya waktu itu saya
juga ada pikiran yang nggak-
nggak sama Rita. Saya lihat dia
pakai baju tiny warna biru,
celana jeans belel yang
kebesaran, pokoknya seksi
sekali. Apalagi cara bercandanya
sama saya memang asyik
banget. Kelikitikin lah, peluk-
pelukan lah, pokoknya bisa
membangunkan penis saya.
Saya menjalankan Panther saya
pelan-pelan, sambil saya putar
lagu-lagu slow rekaman saya,
terus saya juga memberanikan
diri menyubit-nyubit dia,
mengelus rambutnya, wah kita
benar-benar enjoy.
“Wah, dingin ya”, kata Rita
tiba-tiba. “Mau saya angetin”,
jawab saya sambil bercanda.
“Angetin gimana sih?” godanya.
Saya cuma ketawa saja. Tapi
dia terus menggoda saya.
Tangannya yang imut mulai
menggerayangi pipi saya. Saya
benar-benar nggak sadar apa
yang terjadi, saya pikir waktu
itu cuma mimpi saja. Tahu-tahu
dia sudah menyiumi leher, dan
memegangi penis saya. Kontan
saja saya rem itu Panther. Saya
yang sudah terangsang-Sangat
terangsang, mulai menyiumi
bibirnya. Kita saling mengulum,
menghisap, dan mengadu lidah.
Sungguh tidak bisa
dibayangkan, saya bisa
melakukan begituan sama dia,
padahal kalau sama pacar saya
paling-paling cuman gandengan
dan pelukan. Saya memang
sering nonton BF, baca buku
porno, dan melakukan
masturbasi. Cuma saya belum
pernah kepikiran untuk
melakukan hal ini. Memang,
rasanya nikmat sekali.
Sambil ciuman, dia mulai
megang-megang penis saya,
bahkan mulai berani membuka
ritsluiting saya. saya juga sudah
nekat banget. Jadi saya berani
untuk mengerempon dadanya
yang kenyal itu. Terus saya
minta dia untuk buka kaos
Tiny-nya. Rita memang sangat
penurut sama saya. Dia
bukakan bajunya, sekaligus
branya. Wah, saya benar-benar
sudah kesetanan. Saya dorong
jok depan Panther saya
kebelakang, sampai dia bisa
tidur telentang diatasnya.
Terus saya mulai menyiumi
dadanya. “sshh”, erangnya
merintih. Putingnya yang
berwarna pink itu saya kulum
habis. Saya mainkan dengan
lidah saya. Saya bisa dengar
suara nafasnya yang memburu.
Aroma Shower to Shower
Morning Fresh menambah nafsu
saya untuk menjilati dada Rita.
Tangannya memegangi pinggiran
jok mobil, bibirnya digigit-gigit
sambil mengeluarkan suara
yang sensasional dengan
menyebut nama saya pelan.
“Geli gelii!” katanya. Puas
mengempoti dada si Rita. Saya
dorong jok depang ke belakang,
sampai ada ruangan yang cukup
diantara Dashboard kiri sama
jok kiri. Saya lompat ke tempat
itu, terus menyiumi bibir Rita
yang seksi sambil memberanikan
untuk meloroti jeansnya. “Rit,
saya lepas ya?” ijin saya.
Rita cuma mengangguk pelan.
Saya sempat melihat mata Rita
yang mulai merah. Mungkin dia
merasa menyesal. Tapi saya
yang sudah kesurupan setan
jadi benar-benar liar. Saya buka
semua baju saya, sampai penis
saya yang kekar dan perkasa
menunjuk-nunjuk ke arah
vagina Rita. Rita yang melihat
sempat kaget. “Wih besar
banget No”, komentarnya. Saya
cuma ketawa kecut. Saya
peloroti jeans Rita. Saya lihat
CD Rita sudah basah, ada noda
basah dibagian vaginanya. “tu
membuat belahan vagina Rita
benar-benar kelihatan. Saya
benar-benar sudah nggak
tahan masukin penis saya ke
dalam lubang vaginanya. Jadi
saya peloroti saja CD-nya.
“Jangan No, jangan, sudah
segini saja”, pintanya. Dia
mencoba untuk bangun, tapi
saya dorong ke belakang. Saya
mulai memainkan vagina Rita.
Gila, vaginanya masih sempit
banget, mana bulunya jarang.
Saya memang masih rookie,
tidak tahu apa-apa. Saya tidak
tahu ini yang namanya perawan
atau tidak, saya nggak peduli,
yang penting saya bisa
menikmatinya. Pertama saya
masukin telunjuk saya ke dalam
lubang vaginanya, sementara
tangan yang satu lagi
menggesek-gesek kelentitnya.
“Aduh Aduh “, Rita cuma bisa
bilang begitu saja. Saya melihat
dia sudah mulai menangis. Tapi
saya nggak peduli. Kan dia
duluan yang mulai. Saya maju
mundurin telunjuk saya, sambil
sekali-kali nyiumi pipi Rita,
kening, bibir, dagu, dan semua
bagian di wajahnya. Kira-kira
lima menit vaginanya saya
mainin seperti itu, Rita mulai
aneh. Dia mulai menggeliat-
geliat, kakinya diluruskan
sampai menendang Dashboard
mobil saya, terus dia mulai
menjerit-jerit. Memang waktu
itu hujan deras sekali, suara
jeritan Rita nggak bakal di
dengar sama seluruh penduduk
Deltasari, cuma saya khawatir
saja. Saya hentikanvpermainan
saya, saya pegang pipinya,
terus saya ciumi bibirnya. Tapi
dia malah aneh, “Ayo No,
terusin-terusin, nggak tahan
nggak tahan ” rintihnya. Saya
benar-benar nggak tahu harus
ngapain, tapi saya lihat dia
sensasional sekali. Nafasnya
memburu, dadanya mengetat
dan membesar, kakinyamesum di semak semak
menendang-nendang
dashboard, tangannya
memegang jok pinggiran jok
mobil, sambil mengangkat
badannya. Wah saya benar-
benar nggak tahan. Saya buka
selangkangan Rita, sampai
vaginanya membuka lebar.
Terus saya bimbing penis saya
untuk masuk kedalam vagina
Rita. Wah tapi ternyata penis
saya nggak muat. Kepala penis
saya saja nggak bisa masuk.
“Masukin, masukin!” perintah
Rita kasar. Kontan saja saya
paksakan masuk. Saya dorong
penis saya kedalam vagina Rita
Bless! “Akhh!” teriak Rita. Saya
dorong terus penis saya sampai
mentok kedalam vagina si Rita.
Rita cuma bisa meronta-ronta.
Kaki dan tangannya memukul
apa saja yang ada. “Stt nanti
ada orang-orang gimana?”
bujukku. Akhirnya Rita bisa
sedikit tenang. Sambil terisak-
isak dia bilang kalau dia
kesakitan. Saya biarkan dulu
penis saya di dalam vagina Rita.
Terus saya belai-belai
rambutnya, saya usap
keringatnya, terus saya ciumi
bibirnya. “Gimana Rit?” tanyaku.
Dia diam saja. “Boleh saya
terusin nggak?” tanyaku lagi.
“He-eh tapi pelan-pelan ya “,
jawab Rita lembut. Seperti yang
pernah saya lihat di BF-BF,
biasanya orang menggenjot-
genjot penisnya maju mundur.
Saya juga melakukan hal itu
sambil memegang perut Rita.
Rita cuma pasrah, tangan dan
kakinya tergolek lemas,
matanya terpejam, air matanya
mengucur seperti cairan di
vaginanya, sesekali terdengar
isakan dan erangan yang
mempermanis suasana. Rasanya
nikmat sekali, penis saya serasa
diurut-urut. Aroma yang di
timbulkan juga khas sekali, saya
suka sekali. Akhirnya saya bisa
merasakan kalau sperma saya
sudah mau keluar. Saya
percepat gesekan di dalam.
Saya minta Rita untuk membuka
mulutnya, seperti biasa dia
menurut walaupun tanpa
semangat. Saya cabut penis
saya, terus saya naik ke kepala
Rita, saya masukan penis saya
kedalam mulutnya, saya pegangi
pipinya dan saya katup
mulutnya. Crot Crot Crot
penis saya muntah-muntah. Rita
yang kaget langsung bangun
terus memuntahkan sperma
saya di jok mobil. Yahh kotor
deh.Bokep Eropa
Seperempat jam kemudian kita
sudah sama-sama tenang. Saya
tanya bagaimana rasanya, dia
jawab sakit. Terus saya tanya
dia mau beginian lagi nggak, dia
cuma diam. Terus saya tanya
kapan kita bisa beginian lagi, dia
juga diam. Saya elus rambutnya
yang lembab keringat, terus
saya cium pipinya. Saya bisikin
bagaimana kalau dia tidur di
rumah saya. Nanti kita bisa main
begituan sampai pagi. Dia cuma
tersenyum, terus mengangguk.
K, saya jalankan Panther saya
pulang. Di rumah, saya
bertarung habis-habisan sama
dia. Saya stelin dia BF-BF
terbaik saya. Saya jilati
vaginanya, dia juga mengisapi
penis saya, wah pokoknya seru
sekali. Paginya kita mandi
bareng. Sampai sekarang kita
sudah sering banget melakukan
hubungan tersebut. Saya nggak
pernah berani mengeluarkan
sperma saya di dalam, takut
mbelending!

Author: 

Related Posts

Comments are closed.